Tutorial If Else Bahasa C: Cara Menggunakan Pernyataan Kondisional dengan Benar

Pendahuluan

Tutorial If Else Bahasa C pada tulisan ini berfokus pada contoh-contoh praktis dan terapan dari konsep seleksi di algoritma.

Seleksi atau kondisional adalah konsep dasar dalam pemrograman yang memungkinkan kode untuk mengambil keputusan berdasarkan kondisi tertentu. Seleksi adalah cara untuk menjalankan bagian tertentu dari kode hanya jika kondisi tertentu terpenuhi. Ini adalah salah satu fitur paling penting dalam bahasa pemrograman karena memungkinkan program untuk merespon input dan kondisi yang berbeda.

Dalam bahasa C, kita menggunakan pernyataan if, else if, dan else untuk menerapkan seleksi ini. Artikel ini akan membahas cara kerja seleksi dalam bahasa C, lengkap dengan contoh-contoh praktis.

Prasyarat

Sebelum mengikuti tutorial ini, Ada baiknya Anda belajar tentang sintaks dasar dalam bahasa C terlebih dahulu.

Belajar If Else Bahasa C

Algoritma if-else adalah struktur pemrograman yang digunakan untuk membuat keputusan berdasarkan kondisi tertentu. Dalam algoritma ini, suatu kondisi dievaluasi, dan jika kondisi tersebut benar (true), maka blok kode di dalam bagian “if” akan dijalankan. Jika kondisi tersebut salah (false), maka blok kode di dalam bagian “else” akan dijalankan (jika ada). Struktur ini memungkinkan program untuk mengeksekusi perintah yang berbeda tergantung pada kondisi yang dihadapi, sehingga memberikan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan. Contoh sederhana dalam bahasa pemrograman C, bisa dilihat pada penjelasan berikut. Oh iya, sebelum memulai pastikan Anda telah memiliki aplikasi codeblock.

Struktur Dasar If

Struktur dasar dari pernyataan if adalah

if (kondisi) {
    // blok kode yang akan dijalankan jika kondisi benar
}
Contoh Penggunaan IF

Berikut adalah contoh penggunaannya dalam kode program

#include <stdio.h>

int main() {
    int num;
    printf("Masukkan sebuah bilangan: ");
    scanf("%d", &num);

    if (num > 0) {
        printf("Bilangan tersebut adalah bilangan positif.\n");
    }

    return 0;
}

Pada contoh di atas, program akan mencetak pesan hanya jika num lebih besar dari 0.

Struktur Dasar if-else

Kadang-kadang kita ingin menjalankan blok kode alternatif jika kondisi if tidak terpenuhi. Untuk ini, kita bisa menggunakan else:

if (kondisi) {
    // blok kode yang akan dijalankan jika kondisi benar
} else {
    // blok kode yang akan dijalankan jika kondisi salah
}
Contoh penggunaan if-else

Berikut adalah contoh penggunaan if-else untuk memeriksa apakah suatu bilangan positif atau negatif:

#include <stdio.h>

int main() {
    int num;
    printf("Masukkan sebuah bilangan: ");
    scanf("%d", &num);

    if (num > 0) {
        printf("Bilangan tersebut adalah bilangan positif.\n");
    } else {
        printf("Bilangan tersebut adalah bilangan negatif atau nol.\n");
    }

    return 0;
}

Pada contoh ini, program akan mencetak pesan berbeda tergantung pada apakah num lebih besar dari 0 atau tidak.

Strukur Dasar if-else if-else

Untuk memeriksa beberapa kondisi, kita bisa menggunakan beberapa pernyataan else if:

if (kondisi1) {
    // blok kode yang akan dijalankan jika kondisi1 benar
} else if (kondisi2) {
    // blok kode yang akan dijalankan jika kondisi2 benar
} else {
    // blok kode yang akan dijalankan jika semua kondisi di atas salah
}
Contoh penggunaan if-else if-else

Berikut adalah contoh untuk memeriksa apakah suatu bilangan positif, negatif, atau nol

#include <stdio.h>

int main() {
    int num;
    printf("Masukkan sebuah bilangan: ");
    scanf("%d", &num);

    if (num > 0) {
        printf("Bilangan tersebut adalah bilangan positif.\n");
    } else if (num < 0) {
        printf("Bilangan tersebut adalah bilangan negatif.\n");
    } else {
        printf("Bilangan tersebut adalah nol.\n");
    }

    return 0;
}

Dalam contoh ini, program memeriksa tiga kondisi berbeda dan mencetak pesan yang sesuai.

Operator Logika

Kadang-kadang kita perlu memeriksa lebih dari satu kondisi pada saat yang sama. Untuk ini, kita menggunakan operator logika seperti && (dan) dan || (atau).

Operator ‘&&’

Operator && digunakan untuk menggabungkan dua kondisi yang keduanya harus benar:

if (kondisi1 && kondisi2) {
    // blok kode yang akan dijalankan jika kedua kondisi benar
}

Operator ‘||’

Operator || digunakan untuk menggabungkan dua kondisi di mana setidaknya satu harus benar:

if (kondisi1 || kondisi2) {
    // blok kode yang akan dijalankan jika salah satu kondisi benar
}
Contoh Penggunaan Operator Logika

Berikut adalah contoh untuk memeriksa apakah suatu bilangan berada dalam rentang tertentu:

#include <stdio.h>

int main() {
    int num;
    printf("Masukkan sebuah bilangan: ");
    scanf("%d", &num);

    if (num >= 10 && num <= 20) {
        printf("Bilangan tersebut berada dalam rentang 10 hingga 20.\n");
    } else {
        printf("Bilangan tersebut tidak berada dalam rentang 10 hingga 20.\n");
    }

    return 0;
}

Pada contoh ini, program akan mencetak pesan jika num berada dalam rentang 10 hingga 20, termasuk batasnya.

Kesimpulan

Pemahaman tentang pernyataan seleksi dalam bahasa C adalah dasar yang penting untuk mengembangkan program yang lebih kompleks dan responsif. Dengan menggunakan pernyataan if, else if, else, dan operator logika, kita dapat membuat program yang dapat membuat keputusan berdasarkan berbagai kondisi.

Semoga artikel ini membantu Anda memahami konsep seleksi dalam bahasa C. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau ingin mendalami topik ini, jangan ragu untuk bertanya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *